"Aku adalah Pena, yang hanya berfungsi ketika ku berkarya"

Sabtu, 17 Desember 2011

Pesan Sang Penyulam Malam I


Masih tentang munajat-munajat sunyi kehidupan, dan kadang butuh sebuah alasan untuk tetap hidup dlm ikatan.

mengapa terdiam dikaki gunung, jika kita mampu melewati tantangan, dan melihat indahnya pesona dipuncak batas kemampuan.

dan mari sejenak berpikir..

didasari sebuah kepedulian tanpa kemunafikan, tegas ku gemas, takluk ku peluk sang penakluk. hingga tak jarang pandang mengabur dan indahmu tertelan nilai-nilai tak sehat, dan trus semakin menguat.

dan mampukah kau membuang muka melihat keluh dan tetes-tetes keringat menyengat ekspresi semangat yang sebelumnya berkobar begitu kuat.

dan mengapa terus berkata tidak untuk diri anda??

sedangkan potensi sempurna merancang anda sebagai makhluk yang mempu, dan selalu siap untuk mampu.

bukankah Tuhan menitipkan 2 mata untuk kita memandang sesuatu lebih dari 1 sisi. Atau dengan potensi telinga yg ada, kita perlu mendengarkan ucap lebih dari 1 pihak. atau 2 kaki yg tak lain untuk menuntun kita tak hanya hidup dalam 1 jalan. maka lihatlah, dengarlah, dan berjalanlah tidak hanya dalam 1 sisi,1 arti, atau 1 jalan. meski untuk itu semua Tuhan menitipkan 1 hati, 1 otak sebagai fungsional hakim dari organ taksis yg ada dalam tubuh kita.

maka jika cahaya menjadi sebab adanya bayang, maka siluet adalah berkas yg mampu menjadi modal untuk kita belajar hal yg bersifat masa lalu, untuk merumuskan sesuatu dimasa depan.

adalah sebuah hikmah...
adalah sebuah kasih sayang..

0 komentar:

Posting Komentar